Kesabaran dan konsentrasi adalah
2 (dua) hal yang sangat penting dimiliki Anak usia dini. Dimana kemampuan
tersebut adalah modal utama Anak agar mampu bersosialisasi dengan temannya dan berinteraksi dengan baik di tengah-tengah masyarakat. Apabila Anak tidak memiliki rasa sabar maka anak
akan lebih mudah mengalami tantrum atau ledakan emosi, seperti: menangis, berteriak, menjerit,
marah, menangis, sikap keras kepala, pembangkangan, dsb. Maka untuk menghindari kondisi prilaku demikian Anak
perlu dilatih, dan diajarkan untuk sabar. Sehingga Anak dapat menguasai dirinya
sendiri dan mengembangkan kemampuannya untuk menyadari adanya hak orang lain dengan
belajar bersabar, lalu dapat menghormatinya.
.jpeg)

.jpeg)

Memperkenalkan dan melatih kesabaran pada Anak memerlukan
pembinaan yang harus dilakukan secara berkesinambungan dan konsisten. Salah
satu diantaranya yaitu melatih Anak untuk menunggu dan mengantri. Latihan yang
dapat diberikan orangtua/wali seperti mengajak Anak melakukan aktifitas yang positif seperti membaca, bernyanyi, atau bercerita bersama Anak sambil menunggu gilirannya tiba untuk mendapatkan pelayanan atas kebutuhannya.
Hal lain yang dapat dilakukan oleh orangtua/wali yaitu
menjadi figur yang akan ditiru prilakunya oleh Anak. Prilaku yang dimaksud dapat dimulai terutama dalam hal kehidupan
sehari-hari seperti mengantri untuk mencuci tangan sebelum makan, berbicara
bergantian dan tidak menyerobot pembicaraan, dan lain sebagainya.
Orangtua/wali harus mampu menjadi teladan dalam prilaku sabar.
Sehingga Anak usia dini akan lebih mengerti dan cepat belajar untuk meniru pola
prilaku yang baik dan sabar. Termasuk diantaranya yaitu sikap yang tidak
memaksakan kehendak kepada orang lain. Dengan demikian Anak akan mengerti bahwa
ada prioritas lainnya yang berasal dari luar dirinya sendiri yang memerlukan
perhatian.