Jumat, 23 Januari 2026

Sekolah PAUD Bukan Sekadar Tempat Menitipkan Anak

Sekolah PAUD adalah tempat masa depan mulai dibentuk

Masih banyak orang tua yang tanpa disadari memandang PAUD sebagai sekadar tempat menitipkan anak - agar anak aman, ada yang menjaga, dan orang tua dapat beraktivitas dengan tenang. Padahal, PAUD adalah ruang pembentukan fondasi kehidupan, tempat anak belajar berpikir, bersikap, berempati, serta membangun kesiapan belajar jangka panjang.

Usia 2 - 6 tahun merupakan masa golden age, yaitu masa emas yang hanya terjadi satu kali dan tidak akan pernah terulang. Pada fase ini, perkembangan otak, emosi, dan karakter anak berlangsung sangat pesat. Setiap stimulasi dan pendampingan akan membekas kuat. Ketika masa ini terlewat atau tidak dioptimalkan dengan tepat, dampaknya sering kali baru terasa di kemudian hari - dan bila saat itu terjadi, penyesalan kerap datang karena waktu tidak dapat diulang kembali.

Pengalaman Panjang yang Terbukti Memberi Hasil

Sejak tahun 2005, PAUD/TK HOLY YADHA telah berpengalaman lebih dari 21 tahun dalam mendampingi dan membina anak usia dini. Pengalaman ini membentuk pemahaman mendalam bahwa setiap anak adalah individu unik yang membutuhkan pendekatan tepat sesuai tahap tumbuh kembangnya.

Banyak lulusan Holy Yadha terbukti mampu beradaptasi dengan baik, percaya diri, dan berprestasi saat melanjutkan pendidikan ke Sekolah Dasar Negeri unggulan maupun Sekolah Dasar Nasional Plus. Hal ini menjadi bukti bahwa pendidikan usia dini yang dijalankan dengan benar akan memberikan dampak nyata dan berkelanjutan.

Pendidikan Dini adalah Keputusan Strategis Orang Tua

Di tengah meningkatnya standar pendidikan dan pesatnya perkembangan teknologi, anak membutuhkan bekal yang kuat sejak dini. PAUD bukan formalitas, melainkan tahap krusial dalam mempersiapkan anak agar mampu berkompetisi, beradaptasi, dan berprestasi di masa depan.

Di PAUD/TK Holy Yadha, pembelajaran dilakukan melalui pendekatan belajar sambil bermain dalam lingkungan yang aman, menyenangkan, penuh kasih, dan perhatian. Didukung oleh guru-guru berpengalaman dengan latar belakang pendidikan S1 Pendidikan Guru Taman Kanak-kanak (PGTK), setiap anak mendapatkan perhatian individual untuk membangun kemandirian, kemampuan sosial, karakter positif, serta kecintaan terhadap belajar sejak usia dini.

Investasi Hari Ini, Dampak Seumur Hidup

Memilih PAUD berarti memilih pondasi masa depan anak. Keputusan yang tepat hari ini akan menjadi bekal berharga seumur hidup, sementara keputusan yang terlambat atau kurang tepat berisiko meninggalkan penyesalan di kemudian hari.


📌 Pendaftaran PAUD/TK Holy Yadha Tahun Ajaran 2026/2027 telah dibuka!!! 🔊🔊🔊🌟😃🥰🙏

Setiap pilihan hari ini akan membentuk karakter, kebiasaan, dan kepercayaan diri anak di masa depan. Jangan biarkan masa emas berlalu tanpa arah - pilihlah lingkungan belajar yang tepat, aman, dan penuh makna, karena kesempatan terbaik untuk membangun fondasi hidup anak hanya datang satu kali.


Mari bersama-sama menjaga masa emas anak dengan penuh perhatian.
Sebab masa depan yang baik tumbuh dari keputusan penuh cinta sejak usia dini.

PAUD/TK Holy Yadha siap mendampingi setiap langkah awal ananda, menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bermakna sebagai fondasi terbaik bagi masa depan mereka.


Daftarkan Putra/Putri Anda segera, karena kesempatan terbaik untuk tumbuh dan belajar demi masa depan gemilang penuh harapan tidak datang dua kali.

Untuk informasi pendaftaran dan konsultasi, orang tua dapat menghubungi nomor berikut:
📞 0813 - 8985 - 7878

Selasa, 13 Januari 2026

Menjaga Kesehatan Saat Banjir dan Pasca Banjir

Hujan turun sejak pagi. Jalanan mulai tergenang, aktivitas melambat, dan sebagian dari kita harus beradaptasi dengan kondisi yang tidak biasa. Banjir memang sering datang tanpa diundang - membawa air, lumpur, sampah, dan sayangnya juga berbagai risiko kesehatan yang kerap luput dari perhatian.

Di balik genangan air yang terlihat sepele, tersimpan ancaman yang tidak boleh dianggap ringan. Air banjir dapat menjadi media penyebaran kuman dan bakteri penyebab penyakit. Terlebih bagi anak-anak, yang secara alami gemar bermain dan menyentuh lingkungan sekitar, kondisi ini memerlukan kewaspadaan ekstra dari orang dewasa.



Saat Air Naik, Risiko Ikut Meningkat

Pada masa banjir hingga setelah air benar-benar surut, risiko berbagai penyakit seperti diare, penyakit kulit, infeksi saluran pernapasan, hingga demam berdarah cenderung meningkat. Lingkungan yang lembap dan kurang bersih menjadi tempat yang ideal bagi kuman dan nyamuk untuk berkembang biak, sehingga anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan. Di sinilah peran menjaga kebersihan diri dan lingkungan menjadi sangat penting. Dengan kebiasaan hidup bersih dan perhatian terhadap kebersihan sekitar, kita dapat melindungi kesehatan anak serta menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman untuk mereka beraktivitas dan belajar kembali.


Kebiasaan Kecil yang Berdampak Besar

Salah satu langkah paling sederhana namun efektif untuk mencegah penyakit adalah mencuci tangan secara rutin. Pastikan mencuci tangan menggunakan sabun dan air yang mengalir, terutama setelah:

  • Beraktivitas di area yang terdampak banjir.
  • Membersihkan rumah atau lingkungan.
  • Sebelum makan dan setelah dari toilet.

Selain itu, gunakan alas kaki saat beraktivitas di area yang masih basah atau berlumpur untuk menghindari infeksi kulit.


Menjaga Kebersihan Lingkungan

Saat air banjir perlahan surut dan aktivitas belajar mulai bersiap kembali, peran kita sebagai pendidik dan orang tua belum selesai. Lingkungan sekolah dan sekitar tempat tinggal anak perlu dibersihkan dengan penuh perhatian. Sampah yang terbawa banjir harus dibuang pada tempatnya, genangan air dikeringkan, serta saluran air dipastikan kembali berfungsi dengan baik. Lingkungan yang bersih dan sehat sangat penting bagi anak usia dini, karena mereka masih rentan terhadap penyakit. Dengan membersihkan lingkungan pasca banjir secara menyeluruh, kita tidak hanya menciptakan suasana belajar yang nyaman dan aman, tetapi juga melindungi tumbuh kembang anak dari kuman dan nyamuk penyebab penyakit.


Peran Keluarga dan Komunitas

Menjaga kesehatan bukanlah tanggung jawab satu orang saja, melainkan upaya bersama yang melibatkan keluarga, sekolah, dan komunitas. Ketiganya memiliki peran penting untuk saling mengingatkan, bekerja sama, dan menumbuhkan kebiasaan hidup bersih dan sehat dalam keseharian anak. Di rumah, orang tua membiasakan pola hidup sehat; di sekolah, guru menciptakan lingkungan belajar yang aman dan higienis; sementara di komunitas, kebiasaan baik diperkuat melalui kepedulian bersama. Keteladanan orang dewasa - melalui tindakan sederhana seperti menjaga kebersihan, mencuci tangan, dan peduli lingkungan - akan menjadi pelajaran paling bermakna bagi anak-anak, sekaligus fondasi penting bagi tumbuh kembang mereka di masa depan.


Penutup

Kondisi banjir memang membawa tantangan tersendiri, terutama bagi anak-anak dan keluarga. Namun, dengan disiplin menjaga kebersihan serta konsisten menerapkan protokol kesehatan, risiko munculnya penyakit dapat diminimalkan. Langkah-langkah sederhana seperti mencuci tangan dengan air mengalir, membersihkan lingkungan sekitar, dan memastikan area bermain serta belajar tetap higienis merupakan wujud kepedulian terhadap kesehatan diri sendiri dan orang lain. Mari bersama-sama tetap waspada, saling peduli, dan menjaga kesehatan agar anak-anak dapat kembali beraktivitas dan belajar dengan aman serta nyaman.


Ayo Ambil Peran Sekarang

Melindungi kesehatan anak usia dini adalah prioritas utama kita bersama.

✔ Dampingi anak mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara rutin;
✔ Ajarkan kebiasaan hidup bersih melalui contoh sederhana di rumah;
✔ Pastikan area bermain anak bersih dan aman dari sisa lumpur atau genangan air;
✔ Bangun komunikasi positif antara orang tua, pendidik, dan lingkungan sekitar.

Anak yang sehat adalah fondasi tumbuh kembang yang optimal. Peran aktif orang dewasa hari ini akan menentukan kualitas kesehatan anak di masa depan.

Mari bersama menciptakan lingkungan belajar dan bermain yang bersih, aman, dan sehat bagi anak-anak kita.


Holy Yadha.

Rabu, 05 November 2025

🌿 Yang Tak Terjadwal dan Tak Kelihatan.

 Oleh: Ayunita Holy Suhita, S.Pd.

Selama lebih dari dua puluh tahun mendampingi anak-anak dan orangtua dalam perjalanan tumbuh kembang mereka, Holy Yadha menyadari satu hal menarik: banyak keluarga merasa sudah menjalankan tugasnya ketika semua jadwal, target, dan tanggung jawab anak terpenuhi. Namun sesungguhnya, kehidupan anak tidak hanya dibentuk oleh hal-hal yang terlihat dan terukur, melainkan juga oleh yang tak terjadwal dan tak kelihatan - seperti perhatian, sentuhan kasih, dan kehadiran emosional orangtua.

Kita mungkin selalu memastikan anak hadir di kelas, mengerjakan PR, dan meraih nilai baik. Tapi jarang sekali kita jadwalkan waktu untuk sekadar bertanya,

“Apa yang kamu pelajari hari ini?”
“Apa yang kamu rasakan ketika belajar?”

Pertanyaan sederhana ini bisa menjadi jendela besar menuju dunia batin anak - dunia yang sering luput dari perhatian karena tak tertulis di kalender.




🧠 Belajar Adalah Proses Relasional

Manurut Urie Bronfenbrenner, seorang ahli dalam bidang psikologi perkembangan, melalui Ecological Systems Theory, menegaskan bahwa lingkungan sosial terdekat - terutama keluarga - memiliki pengaruh langsung terhadap perilaku dan semangat belajar anak. Hubungan yang stabil, penuh perhatian, dan hangat menjadi fondasi munculnya rasa aman, yang kemudian menumbuhkan motivasi belajar dari dalam diri.

Sejalan dengan itu, Lev Vygotsky dalam teori Zona Perkembangan Proksimal menjelaskan bahwa kemampuan anak berkembang paling optimal ketika ia didampingi secara emosional dan sosial oleh orang dewasa atau teman sebaya yang suportif. Interaksi dan bimbingan yang penuh empati membuat anak berani mencoba hal baru, berpikir lebih dalam, dan tidak takut salah.

Sementara Daniel Goleman melalui konsep Emotional Intelligence menegaskan bahwa keberhasilan anak tidak hanya ditentukan oleh kemampuan intelektual, tetapi juga oleh kecerdasan emosional - kemampuan untuk memahami, mengelola, dan merespons perasaan diri sendiri maupun orang lain. Anak yang merasa dicintai dan diperhatikan akan lebih fokus, gigih, dan mampu menghadapi tekanan belajar dengan tenang.

Dari ketiga pandangan ini, tampak benang merah yang sangat jelas: perhatian emosional dan hubungan sosial yang positif merupakan fondasi utama keberhasilan belajar anak. Belajar bukanlah sekadar proses kognitif, melainkan proses relasional - tempat di mana anak tumbuh melalui kelekatan, rasa aman, dan kasih sayang yang ia rasakan dari lingkungan terdekatnya. Dengan kata lain, ketika hati anak terhubung, pikirannya akan terbuka untuk belajar.

💬 Suara Ahli Lokal: Pendidikan dari Hati

Ahli psikologi Prof. Dr. Sarlito Wirawan Sarwono menegaskan bahwa penerimaan tanpa syarat dari orangtua menjadi sumber utama kepercayaan diri anak dalam belajar dan bersosialisasi. Anak yang merasa diterima apa adanya tumbuh dengan rasa aman untuk bereksplorasi dan tidak takut salah - fondasi penting dalam proses belajar sejati. Senada dengan itu, Dr. Rose Mini Agoes Salim (Bunda Romy) menekankan pentingnya keterlibatan aktif orangtua dalam percakapan harian. Saat orangtua mendengarkan tanpa menghakimi dan hadir dengan empati, anak belajar memahami diri serta membangun motivasi belajar yang lahir dari cinta, bukan tekanan.

Pandangan ini sejalan dengan Ki Hajar Dewantara, yang menekankan bahwa pendidikan sejati bukan sekadar mengajar, tetapi menuntun kodrat anak agar mencapai kebahagiaan dan keselamatan setinggi-tingginya. Setiap anak memiliki potensi unik yang perlu diarahkan dengan kasih dan keteladanan, bukan sekadar perintah. Ketiganya mengingatkan kita bahwa pendidikan bermakna berawal dari hubungan yang manusiawi - ketika orangtua dan pendidik hadir dengan hati, empati, dan ketulusan, anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, mandiri, dan berkarakter kuat.

🌱 Antara yang Terlihat dan Tak Terlihat

Di lingkungan Holy Yadha, kami percaya bahwa keberhasilan belajar anak bukan hanya diukur dari nilai dan kehadiran, tetapi juga dari dukungan emosional yang konsisten dari rumah dan sekolah. Anak yang merasa aman dan diperhatikan akan belajar dengan semangat yang tumbuh dari dalam dirinya. Sebaliknya, anak yang jarang mendapat perhatian emosional sering kali kehilangan fokus, enggan belajar, atau menarik diri. Dalam banyak kasus, masalahnya bukan terletak pada kemampuan, melainkan pada keterhubungan.

💡 Menjadwalkan yang Tak Terjadwal

Mendampingi anak bukan hanya soal memberi arahan, tetapi juga menciptakan momen bermakna yang sering kali sederhana:

  1. Mendengarkan cerita anak tanpa tergesa.
  2. Mengapresiasi usaha, bukan hanya hasil.
  3. Menyediakan waktu tenang untuk belajar atau bermain bersama.

Sebagaimana disampaikan Maria Montessori:

“Setiap anak memiliki nyala api dalam dirinya.
Tugas pendidikan adalah menyalakan, bukan memadamkannya.”

Mari kita mulai menjadwalkan hal-hal yang tak tercatat - perhatian, empati, dan waktu berkualitas. Di situlah nilai kehidupan tertanam dan semangat belajar tumbuh secara alami.

"Yang tak terjadwal dan tak kelihatan sering kali justru menjadi pondasi kehidupan anak yang paling kuat dan abadi."

Kasih sayang, perhatian, dan komunikasi yang hangat adalah investasi jangka panjang bagi karakter dan keberhasilan mereka di masa depan. Mari, sebagai orangtua dan pendidik, kita berkolaborasi menumbuhkan generasi pembelajar yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga tangguh secara emosional dan spiritual. Karena sesungguhnya, kehadiran kita adalah kurikulum pertama bagi anak-anak kita. 

Tulisan ini dipersembahkan oleh Holy Yadha sebagai refleksi dan ajakan bagi para orangtua serta pendidik untuk terus menumbuhkan kesadaran dan semangat belajar anak-anak, dengan hati dan cinta yang tulus.


📚 Daftar Pustaka

Bronfenbrenner, U. (1979). The Ecology of Human Development. Harvard University Press.
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in Society. Harvard University Press.
Goleman, D. (1995). Emotional Intelligence. Bantam Books.
Montessori, M. (1967). The Absorbent Mind. Holt, Rinehart and Winston.
Sarwono, S. W. (2002). Psikologi Remaja. Rajawali Press.
Salim, R. M. A. (2018). Orangtua Hebat Membangun Karakter Anak Sejak Dini. Elex Media Komputindo.
Dewantara, K. H. (1967). Pendidikan. Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa.

Rabu, 01 Oktober 2025

Memperingati Hari Kesaktian Pancasila: Menanamkan Nilai Luhur Sejak Usia Dini.

Tanggal 1 Oktober setiap tahunnya, bangsa Indonesia memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Peringatan ini menjadi momen penting untuk mengenang jasa para Pahlawan Revolusi yang telah berkorban demi tegaknya Pancasila sebagai dasar negara dan pemersatu bangsa.

Pancasila bukan hanya sekadar simbol atau dasar negara, melainkan juga pedoman hidup bangsa yang mengandung nilai luhur: ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial. Nilai-nilai tersebut adalah pilar utama dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa.

Pancasila dan Pendidikan Anak Usia Dini

Dalam dunia pendidikan anak usia dini, Pancasila memiliki peran yang sangat relevan. Anak-anak adalah generasi penerus bangsa, sehingga sejak dini mereka perlu dikenalkan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila. Bukan dengan hafalan semata, tetapi melalui pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari, seperti:

  • Menghormati dan berdoa kepada Tuhan sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.

  • Belajar berbagi dan peduli kepada teman.

  • Bermain bersama dengan rukun tanpa membeda-bedakan.

  • Mendengarkan guru dan orang tua sebagai bentuk hormat dan taat.

  • Bekerja sama dalam kegiatan kelas atau permainan kelompok.

Dengan cara sederhana ini, anak-anak belajar menanamkan nilai Pancasila dalam kehidupan mereka, sehingga tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia.



Menghidupi Semangat Pancasila

Momentum Hari Kesaktian Pancasila mengingatkan kita bahwa perjuangan para pahlawan harus diteruskan dengan cara mendidik generasi muda. Sebagai orang tua, guru, dan masyarakat, kita memiliki peran penting untuk menjadi teladan dalam menghidupi semangat Pancasila.

Mari kita jadikan nilai Pancasila sebagai nafas dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari lingkungan keluarga hingga sekolah. Dengan demikian, kita dapat membentuk generasi emas Indonesia yang tangguh, cinta tanah air, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Pancasila kokoh, generasi emas tangguh! 

Jumat, 19 September 2025

🌱Laporan Perkembangan Belajar Murid Triwulan 1 di PAUD/TK Holy Yadha: Komitmen pada Pendidikan Anak Usia Dini yang Berkualitas.

Pentingnya Monitoring Pendidikan Anak Usia Dini.

     Setiap anak adalah anugerah yang membawa potensi luar biasa. Potensi itu perlu dirawat, dipupuk, dan diarahkan dengan cara yang tepat sejak usia dini. Karena itulah, PAUD/TK Holy Yadha dengan penuh komitmen menyelenggarakan kegiatan Laporan Perkembangan Belajar Murid (LPBM) Triwulan 1 sebagai bagian dari proses pendidikan yang terukur, transparan, dan bermakna.


Mengapa LPBM Penting?

     Laporan Perkembangan Belajar Murid bukan sekadar catatan nilai atau rangkaian angka, melainkan potret perkembangan anak secara menyeluruh. Di dalamnya tercermin:

  • Kemampuan kognitif dan daya pikir anak,
  • Keterampilan bahasa dan komunikasi.
  • Kematangan sosial-emosional.
  • Karakter, kemandirian, dan sikap dalam keseharian.

     Melalui monitoring ini, guru dapat melihat bagaimana anak berkembang dari waktu ke waktu, serta memberikan ruang refleksi bagi orangtua untuk memahami sejauh mana buah hati mereka tumbuh dan belajar.




🌿 Filosofi Pendidikan Holy Yadha.

Di Holy Yadha, kami percaya bahwa pendidikan anak usia dini adalah pondasi kehidupan. Apa yang ditanam hari ini akan menentukan arah masa depan mereka. Karena itu, setiap kegiatan belajar dirancang dengan penuh cinta, kesabaran, dan standar kualitas yang tinggi.

Filosofi kami sederhana namun mendalam:

“Membina anak usia dini dengan hati, membimbing mereka dengan ilmu, dan menuntun mereka menuju masa depan yang berprestasi.”

Kami berkomitmen untuk menghadirkan pendidikan yang tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga membangun karakter, menanamkan nilai, dan mengasah keterampilan hidup.


📈 Komitmen pada Standar & Kompetensi.

     Kegiatan LPBM ini menjadi bukti nyata bahwa Holy Yadha tidak hanya sekadar mendidik, tetapi juga memantau dan mengukur perkembangan anak secara sistematis. Setiap capaian anak didokumentasikan, dianalisis, dan dikomunikasikan dengan orangtua agar bersama-sama kita dapat memastikan bahwa target kompetensi pendidikan tercapai.

     Kami yakin, kualitas pendidikan tidak hanya diukur dari hasil akhir, tetapi juga dari proses yang konsisten, penuh perhatian, dan berkesinambungan.


👨‍👩‍👧 Sinergi Sekolah & Orangtua.

     LPBM juga menjadi jembatan penting bagi sekolah dan orangtua. Melalui kegiatan ini, kami mengajak orangtua untuk:

  • Lebih dekat dengan proses belajar anak.
  • Menjadi mitra aktif dalam mendukung tumbuh kembang mereka
  • Bersama-sama menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat dan positif.

     Karena sejatinya, anak akan berkembang optimal bila sekolah dan keluarga berjalan beriringan dalam mendidik dengan hati dan teladan.

     Dengan semangat kebersamaan, PAUD/TK Holy Yadha terus berkomitmen untuk mencetak generasi anak usia dini yang berkualitas, kompeten, dan berprestasi. LPBM Triwulan 1 hanyalah satu dari sekian banyak bukti nyata bahwa pendidikan di Holy Yadha tidak hanya berbicara, tetapi benar-benar memberikan hasil yang terukur dan berdampak.

    Mari bersama-sama kita jaga langkah kecil anak-anak kita hari ini, karena dari sanalah terbentuk langkah besar mereka di masa depan.



📌 Tertarik Menjadi Bagian dari Keluarga Holy Yadha?

Bagi Bapak/Ibu yang ingin memberikan pendidikan terbaik sejak dini, PAUD/TK Holy Yadha membuka kesempatan pendaftaran bagi putra-putri tercinta.

🌟 Dapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan, penuh nilai, dan berkualitas, dengan pendampingan tenaga pendidik yang kompeten.
📞 Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut dan jadwal pendaftaran.

Bersama Holy Yadha, mari kita membentuk generasi emas yang siap berprestasi! 🌈

Senin, 08 September 2025

📖 Menyemai Cahaya Masa Depan di Hari Literasi Internasional.

Hari ini, 8 September, kita bersama merayakan Hari Literasi Internasional. Momen ini mengingatkan kita semua bahwa membaca dan menulis bukan sekadar keterampilan, tapi bekal hidup yang sangat penting untuk anak-anak kita.

Coba bayangkan, ketika seorang anak baru bisa mengeja kata pertama - betapa matanya berbinar. Dari situlah mereka mulai membuka pintu menuju dunia yang luas. Literasi adalah fondasi: bukan hanya untuk pintar membaca buku pelajaran, tapi juga untuk membangun karakter, menumbuhkan rasa ingin tahu, dan melatih keberanian berpikir.


🌱 Saat Anak Masih Kecil: Menanam Benih.

Di usia dini, literasi bisa hadir dalam hal-hal sederhana: mendengarkan dongeng sebelum tidur, menyanyi bersama, atau membaca buku bergambar. Dari kegiatan sepele itu, anak belajar menyerap kata-kata, imajinasi, dan kasih sayang. Benih kecil inilah yang kelak tumbuh menjadi pohon cinta belajar sepanjang hidup.


📚 Saat Anak Sekolah: Menguatkan Akar.

Ketika masuk sekolah, anak mulai berhadapan dengan pelajaran dan informasi yang lebih luas. Namun sekarang ada tantangan besar: era digital yang membuat informasi berhamburan begitu cepat. Tidak semua informasi di internet benar, tidak semua berita berkualitas.

Di sinilah peran membaca buku menjadi sangat penting. Buku memberi anak pengetahuan yang lebih mendalam, teruji, dan membuat mereka terbiasa berpikir sebelum menerima sesuatu. Buku melatih fokus, melatih analisis, dan memberi mereka dasar yang kuat untuk memilah mana informasi yang benar, mana yang menyesatkan.



🌟 Peran Orangtua.

Anak-anak belajar dari contoh. Kalau mereka sering melihat orangtuanya membaca, berdiskusi, atau menulis, maka mereka akan menirunya. Sebaliknya, jika hanya dibiarkan tenggelam di layar gawai tanpa pendampingan, maka semangat literasi bisa hilang begitu saja.

Mari jadikan rumah kita sebagai taman literasi kecil: ada waktu membaca bersama, ada kesempatan bercerita, ada kebiasaan menulis sederhana. Dengan cara itu, anak tumbuh bukan hanya cerdas, tapi juga punya karakter yang kuat.

Hari Literasi Internasional mengingatkan kita: teknologi akan selalu berubah, tapi fondasi membaca dan menulis tidak boleh hilang. Justru di tengah derasnya arus digitalisasi, kebiasaan membaca buku adalah jangkar yang menjaga anak-anak tetap kokoh dan punya karakter yang kuat.



Selasa, 26 Agustus 2025

🍊 Belajar dari Jeruk: Kegiatan Sederhana yang Mengasah Otak & Motorik Anak Usia Dini.

Banyak orang tua dan pendidik mungkin menganggap kegiatan mengupas jeruk hanyalah aktivitas sederhana. Namun, di balik kesederhanaannya, kegiatan ini menyimpan banyak manfaat untuk perkembangan anak usia dini. Anak dapat belajar kemandirian, melatih keterampilan motorik halus, sekaligus mengenal konsep sensorik seperti kasar dan halus.


1. Melatih Kemandirian

Menurut teori perkembangan Erik Erikson, anak usia dini berada pada tahap autonomy vs shame and doubt (1,5–3 tahun). Pada tahap ini, anak perlu diberi kesempatan untuk mencoba sendiri berbagai aktivitas agar tumbuh rasa percaya diri dan mandiri. Saat anak berhasil mengupas jeruk, ia merasa bangga karena mampu melakukannya tanpa bantuan orang dewasa.


2. Stimulasi Motorik Halus

Mengupas jeruk melibatkan gerakan jari seperti mencubit, menarik, dan memutar. Aktivitas ini menjadi latihan alami untuk motorik halus. Huffman & Fortenberry (2011) menyatakan bahwa keterampilan motorik halus berhubungan erat dengan kemampuan menulis dan kesiapan anak untuk belajar di sekolah. Dengan kata lain, kegiatan sederhana ini menjadi dasar penting bagi keterampilan akademik anak di masa depan.


3. Mengenal Tekstur Kasar dan Halus

Kulit jeruk terasa kasar, sementara daging buahnya lembut dan halus. Saat anak menyentuh kedua tekstur tersebut, ia belajar membedakan konsep “kasar” dan “halus” secara nyata. Menurut Whiz Kidz Early Learning Centre, eksplorasi tekstur membantu anak mengembangkan sensorik, kognitif, bahasa, bahkan regulasi emosi.


4. Pengalaman Belajar Multisensori

Teori embodied cognition menekankan bahwa pengetahuan dibangun melalui pengalaman langsung tubuh dengan lingkungan. Dalam kegiatan ini, anak tidak hanya menggunakan peraba, tetapi juga:

  • Penciuman → mencium aroma jeruk yang segar.

  • Penglihatan → melihat warna kulit dan isi jeruk.

  • Pengecapan → merasakan manis atau asamnya jeruk.

Keterlibatan banyak indera membuat pengalaman belajar lebih kuat dan bermakna.



5. Bukti Penelitian

Beberapa penelitian mendukung pentingnya stimulasi sederhana ini:

  • Penelitian longitudinal menunjukkan bahwa keterampilan motorik halus merupakan prediktor kuat prestasi akademik anak di masa depan.

  • Anak yang sering berlatih keterampilan motorik halus lebih siap menghadapi tantangan membaca, menulis, dan berhitung di sekolah dasar.

  • Penelitian di Indonesia (Mulyawan dkk., 2023) menemukan bahwa stimulasi sederhana di rumah maupun sekolah berpengaruh signifikan terhadap perkembangan motorik anak usia 3–6 tahun.


Mengupas jeruk dan mengenal tekstur kasar-halus bukan hanya kegiatan mengisi waktu, tetapi juga sarana belajar yang menyenangkan. Anak belajar mandiri, melatih motorik halus, mengenal sensorik, hingga membangun dasar kecerdasan akademik. Mari kita jadikan aktivitas sehari-hari sebagai pengalaman belajar bermakna, baik di sekolah maupun di rumah.



Catatan Kaki:

  1. Erikson, E. H. (1963). Childhood and Society. New York: W. W. Norton & Company. 

  2. Huffman, J., & Fortenberry, C. (2011). Fine Motor Skills and Early Writing Development. Early Childhood Education Journal. 

  3. Whiz Kidz Early Learning Centre. (2022). The Role of Texture Play in Sensory Development

  4. Barsalou, L. W. (2008). Grounded Cognition. Annual Review of Psychology, 59, 617–645. 

  5. Grissmer, D., et al. (2010). Fine Motor Skills and Early Comprehension of the World: Two New School Readiness Indicators. Developmental Psychology. 

  6. Cameron, C. E., et al. (2012). Fine Motor Skills and Executive Function Both Contribute to Kindergarten Achievement. Child Development. 

  7. Mulyawan, R., dkk. (2023). Analisis Perkembangan Motorik Halus Anak Usia 3–6 Tahun. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, Untirta.

Minggu, 13 Juli 2025

Selamat Datang di Tahun Ajaran 2025/2026. Persiapkan anak usia dini menyambut era Ilmu Pengetahuan dan Tekonologi (IPTEK) dan Artificial Intelligence (AI). 🎉

PAUD/TK HOLY YADHA Sambut Langkah Kecil Menuju Masa Depan Besar 🌈

Hari pertama telah tiba. Senin, pada tanggal 14 Juli 2025 menjadi penanda bahwa perjalanan belajar anak-anak kita dimulai kembali - dalam ruang yang bukan sekadar sekolah, tetapi tempat bertumbuh dalam kasih sayang, keceriaan, dan cita-cita.

Di PAUD/TK HOLY YADHA, kami percaya bahwa setiap anak adalah benih harapan. Dengan bimbingan yang tepat sejak usia dini, mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang kuat, cerdas, dan peduli. Maka, tahun ajaran baru ini bukan hanya soal buku dan materi pelajaran - tetapi tentang membangun dasar kehidupan yang kokoh, dari usia yang paling peka dan penuh potensi.



Mengapa Pendidikan Anak Usia Dini Sangat Penting di Era IPTEK dan AI? 🤖📚

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan, pendidikan anak usia dini bukan lagi sekadar fondasi - tetapi menjadi strategi utama dalam membentuk generasi yang siap menghadapi masa depan.

🔹 Masa Emas Perkembangan Otak.
Menurut para ahli neurologi, 80 - 90% perkembangan otak terjadi sebelum usia 5 tahun. Di masa ini, anak-anak menyerap informasi dengan sangat cepat dan membentuk pola pikir yang akan memengaruhi cara mereka belajar dan berinteraksi di masa depan.

🔹 Adaptasi Terhadap Teknologi Sejak Dini.
Penelitian dari Artificial Intelligence Center Indonesia menunjukkan bahwa AI dapat membantu anak-anak belajar secara lebih personal, interaktif, dan menyenangkan. Anak-anak yang terbiasa dengan teknologi sejak dini akan lebih siap menghadapi tantangan digital dan mampu menggunakan teknologi secara bijak.

🔹 Penguatan Literasi Digital dan Komputasional.
Studi dari Universitas Pendidikan Indonesia menekankan pentingnya literasi AI melalui pembelajaran coding dan robotik di PAUD. Hal ini membantu anak mengembangkan kemampuan berpikir logis, pemecahan masalah, dan kreativitas sejak dini.

🔹 Pondasi Karakter dan Etika Digital.
Pendidikan usia dini juga menjadi tempat pertama anak belajar tentang etika, tanggung jawab, dan empati—nilai-nilai yang sangat penting dalam menghadapi dunia digital yang kompleks dan cepat berubah.

Pandangan Para Ahli 🌍

Di era serba digital ini, para ahli sepakat bahwa AI bisa menjadi sahabat baru bagi pendidikan anak usia dini.

Prof. H.B.A. Jayawardana percaya, AI mampu membuka peluang belajar yang lebih luas dan menyenangkan. Bukan hanya untuk anak pada umumnya, tapi juga bagi mereka yang punya kebutuhan khusus agar bisa belajar dengan cara yang setara dan menarik.

Senada dengan itu, Dr. Ade Suryani menambahkan bahwa AI bisa hadir seperti guru kedua—pintar menyesuaikan diri dengan kebutuhan tiap anak, memberi semangat, dan bahkan membantu mereka mengasah keterampilan sosial.

Namun, Howard Gardner mengingatkan kita lewat teori Multiple Intelligences: setiap anak itu unik. Ada yang unggul di musik, ada yang cemerlang dalam logika, ada juga yang menonjol dalam gerak tubuh atau relasi sosial. Tugas kita adalah mengenali dan menumbuhkan keunikan itu sejak dini, bukan menyeragamkan.

Lalu, Lev Vygotsky menegaskan hal yang tak kalah penting: belajar terbaik selalu lahir dari interaksi manusia. Teknologi boleh canggih, tapi tetap perlu sentuhan guru dan orang tua dalam mendampingi anak di “zona perkembangan proksimal” mereka.

Dari semua pandangan itu, jelas bahwa AI bukan pengganti manusia, melainkan teman yang bisa memperkaya proses belajar. Dengan cara ini, anak-anak bisa tumbuh dalam pendidikan yang lebih adaptif, menyenangkan, dan tetap hangat. 🌈✨


Komitmen Kami untuk Anak-Anak Hebat 🌱

PAUD/TK HOLY YADHA bukan hanya tempat anak-anak belajar mengenal dunia - tetapi juga tempat mereka dikenali, didampingi, dan diberdayakan. Kami tidak hanya mengajarkan angka dan huruf, tetapi juga membangun rasa percaya diri, kemampuan berkomunikasi, dan sikap saling menghargai.

Melalui metode belajar yang menyenangkan dan lingkungan yang aman, kami ingin memastikan bahwa setiap anak merasa diterima, dicintai, dan diberi ruang untuk tumbuh menjadi versi terbaik dirinya.

💖 Selamat datang kembali, anak-anak hebat. Mari kita isi hari-hari dengan senyum, tawa, dan mimpi yang tumbuh bersama.

Jumat, 27 Juni 2025

Melangkah Bersama Anak di Tahun Baru Islam 1447 H.

Menanamkan Makna Hijrah dengan Cinta dan Keteladanan

Tahun Baru Hijriah datang tanpa gemerlap lampu atau pesta semalam suntuk. Ia datang seperti fajar yang perlahan merekah- sunyi, tapi penuh harap. Tahun 1447 H adalah undangan bagi kita, orang dewasa, untuk berhijrah: bukan ke kota baru, tapi ke versi diri yang lebih bijak, lebih lembut… lebih hadir.

Dan untuk anak-anak kita, yang matanya masih penuh cahaya dan hatinya masih polos, ini adalah waktu terbaik untuk memperkenalkan kisah Nabi Muhammad ﷺ yang menempuh perjalanan hijrah dengan keyakinan, pengorbanan, dan cinta. Bukan lewat ceramah, tapi lewat pelukan, cerita sebelum tidur, dan keteladanan sehari-hari.




Bagaimana Cara Mengajak Anak Mengenal Tahun Baru Islam?

  1. Cerita yang Menghidupkan Iman.
    Bacakan kisah hijrah bukan sebagai pelajaran sejarah, tapi sebagai pesan yang penuh makna. Katakan, “Rasulullah pernah merasa takut, tapi beliau tetap melangkah karena Allah bersamanya.” Anak-anak akan mengerti, karena mereka tahu rasanya takut… dan butuh keberanian untuk tetap melangkah.
  2. Pohon Harapan dan Niat Baik.
    Di dinding rumah atau kelas, buat pohon dari karton. Ajak anak menempelkan daun-daun kertas bertuliskan harapan mereka, seperti “aku ingin lebih baik pada adikku” atau “aku akan mengucap terima kasih lebih sering.” Hijrah kecil yang besar dampaknya.
  3. Berbagi yang Membekas di Hati.
    Libatkan anak dalam kegiatan berbagi - membungkus mainan untuk disumbangkan, menyiapkan makanan kecil bagi tetangga. Bukan untuk formalitas, tapi agar mereka tahu bahwa bahagia itu bukan hanya ketika menerima, tapi juga saat memberi.




Kita Adalah Kompas Mereka

Anak-anak tak belajar dari apa yang kita katakan sebanyak dari bagaimana kita hidup. Maka, mungkin hijrah terbaik yang bisa kita lakukan di tahun baru ini adalah menjadi orang tua dan pendidik yang lebih sabar, lebih tulus, lebih terbuka mendengar. Karena di mata mereka, kita adalah cermin tentang seperti apa cinta dan iman itu seharusnya tampak.

Rabu, 18 Juni 2025

Laporan Hasil Belajar Siswa T.A. 2024/2025: Merayakan Perkembangan, Mengiringi Perpisahan, dan Menyambut Awal Baru.

🌟 Lebih dari Sekadar Laporan - Ini Adalah Tonggak Perjalanan!

Laporan Hasil Belajar bukan hanya refleksi atas pencapaian akademik, tetapi juga jejak perjalanan tumbuh kembang anak. Dari langkah pertama memasuki kelas hingga setiap eksplorasi dan pengalaman baru, laporan ini menjadi saksi bagaimana mereka bertumbuh dalam aspek kognitif, sosial, emosional, dan motorik.

🎭 Momen Perpisahan: Menghargai Perjalanan yang Telah Dilewati

Selain menjadi kesempatan untuk memahami perkembangan anak, kegiatan ini juga menandai perpisahan bagi peserta didik yang telah menyelesaikan masa belajarnya di PAUD/TK HOLY YADHA.

Setiap senyum, tawa, dan pencapaian mereka selama berada di sekolah adalah bagian dari proses belajar yang akan terus menjadi bekal dalam langkah berikutnya. Perpisahan bukanlah akhir, melainkan sebuah transisi menuju dunia yang lebih luas - ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, di mana mereka akan menghadapi tantangan baru dengan semangat yang telah ditanamkan sejak dini.

Kami mengucapkan selamat dan sukses bagi peserta didik yang akan melanjutkan perjalanan pendidikan mereka, semoga mereka terus belajar dengan antusias dan berkembang menjadi pribadi yang berani dan penuh percaya diri!


🚀 Tahun Ajaran Baru: Awal Baru, Semangat Baru!

Seiring dengan perpisahan, kami juga menyambut Tahun Ajaran Baru 2025/2026, di mana kita akan kembali mengisi ruang kelas dengan tawa, eksplorasi, dan pengalaman baru. Para peserta didik yang tetap melanjutkan perjalanan bersama kami akan memasuki fase perkembangan yang lebih menantang, sementara peserta didik baru akan mengenal dunia PAUD dengan penuh rasa ingin tahu.

Kami percaya bahwa setiap anak memiliki potensi luar biasa yang siap dikembangkan, dan kami berkomitmen untuk terus menciptakan lingkungan belajar yang penuh keceriaan, inspirasi, dan dukungan.

🌈Bersama, Kita Melangkah Menuju Masa Depan

Saat kita memberikan laporan hasil belajar ini, kita tidak hanya melihat pencapaian dalam angka atau catatan akademik. Kita merayakan setiap usaha, setiap keberanian, dan setiap mimpi kecil yang mulai tumbuh.

Mari kita berikan apresiasi bagi peserta didik yang telah menyelesaikan masa belajarnya dan sambut dengan hangat mereka yang akan memulai perjalanan baru. Dengan dukungan orangtua, pendidik, dan lingkungan sekolah, kita dapat memastikan bahwa setiap langkah anak adalah langkah menuju masa depan yang penuh harapan!