Jumat, 23 Januari 2026

Sekolah PAUD Bukan Sekadar Tempat Menitipkan Anak

Sekolah PAUD adalah tempat masa depan mulai dibentuk

Masih banyak orang tua yang tanpa disadari memandang PAUD sebagai sekadar tempat menitipkan anak - agar anak aman, ada yang menjaga, dan orang tua dapat beraktivitas dengan tenang. Padahal, PAUD adalah ruang pembentukan fondasi kehidupan, tempat anak belajar berpikir, bersikap, berempati, serta membangun kesiapan belajar jangka panjang.

Usia 2 - 6 tahun merupakan masa golden age, yaitu masa emas yang hanya terjadi satu kali dan tidak akan pernah terulang. Pada fase ini, perkembangan otak, emosi, dan karakter anak berlangsung sangat pesat. Setiap stimulasi dan pendampingan akan membekas kuat. Ketika masa ini terlewat atau tidak dioptimalkan dengan tepat, dampaknya sering kali baru terasa di kemudian hari - dan bila saat itu terjadi, penyesalan kerap datang karena waktu tidak dapat diulang kembali.

Pengalaman Panjang yang Terbukti Memberi Hasil

Sejak tahun 2005, PAUD/TK HOLY YADHA telah berpengalaman lebih dari 21 tahun dalam mendampingi dan membina anak usia dini. Pengalaman ini membentuk pemahaman mendalam bahwa setiap anak adalah individu unik yang membutuhkan pendekatan tepat sesuai tahap tumbuh kembangnya.

Banyak lulusan Holy Yadha terbukti mampu beradaptasi dengan baik, percaya diri, dan berprestasi saat melanjutkan pendidikan ke Sekolah Dasar Negeri unggulan maupun Sekolah Dasar Nasional Plus. Hal ini menjadi bukti bahwa pendidikan usia dini yang dijalankan dengan benar akan memberikan dampak nyata dan berkelanjutan.

Pendidikan Dini adalah Keputusan Strategis Orang Tua

Di tengah meningkatnya standar pendidikan dan pesatnya perkembangan teknologi, anak membutuhkan bekal yang kuat sejak dini. PAUD bukan formalitas, melainkan tahap krusial dalam mempersiapkan anak agar mampu berkompetisi, beradaptasi, dan berprestasi di masa depan.

Di PAUD/TK Holy Yadha, pembelajaran dilakukan melalui pendekatan belajar sambil bermain dalam lingkungan yang aman, menyenangkan, penuh kasih, dan perhatian. Didukung oleh guru-guru berpengalaman dengan latar belakang pendidikan S1 Pendidikan Guru Taman Kanak-kanak (PGTK), setiap anak mendapatkan perhatian individual untuk membangun kemandirian, kemampuan sosial, karakter positif, serta kecintaan terhadap belajar sejak usia dini.

Investasi Hari Ini, Dampak Seumur Hidup

Memilih PAUD berarti memilih pondasi masa depan anak. Keputusan yang tepat hari ini akan menjadi bekal berharga seumur hidup, sementara keputusan yang terlambat atau kurang tepat berisiko meninggalkan penyesalan di kemudian hari.


📌 Pendaftaran PAUD/TK Holy Yadha Tahun Ajaran 2026/2027 telah dibuka!!! 🔊🔊🔊🌟😃🥰🙏

Setiap pilihan hari ini akan membentuk karakter, kebiasaan, dan kepercayaan diri anak di masa depan. Jangan biarkan masa emas berlalu tanpa arah - pilihlah lingkungan belajar yang tepat, aman, dan penuh makna, karena kesempatan terbaik untuk membangun fondasi hidup anak hanya datang satu kali.


Mari bersama-sama menjaga masa emas anak dengan penuh perhatian.
Sebab masa depan yang baik tumbuh dari keputusan penuh cinta sejak usia dini.

PAUD/TK Holy Yadha siap mendampingi setiap langkah awal ananda, menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bermakna sebagai fondasi terbaik bagi masa depan mereka.


Daftarkan Putra/Putri Anda segera, karena kesempatan terbaik untuk tumbuh dan belajar demi masa depan gemilang penuh harapan tidak datang dua kali.

Untuk informasi pendaftaran dan konsultasi, orang tua dapat menghubungi nomor berikut:
📞 0813 - 8985 - 7878

Selasa, 13 Januari 2026

Menjaga Kesehatan Saat Banjir dan Pasca Banjir

Hujan turun sejak pagi. Jalanan mulai tergenang, aktivitas melambat, dan sebagian dari kita harus beradaptasi dengan kondisi yang tidak biasa. Banjir memang sering datang tanpa diundang - membawa air, lumpur, sampah, dan sayangnya juga berbagai risiko kesehatan yang kerap luput dari perhatian.

Di balik genangan air yang terlihat sepele, tersimpan ancaman yang tidak boleh dianggap ringan. Air banjir dapat menjadi media penyebaran kuman dan bakteri penyebab penyakit. Terlebih bagi anak-anak, yang secara alami gemar bermain dan menyentuh lingkungan sekitar, kondisi ini memerlukan kewaspadaan ekstra dari orang dewasa.



Saat Air Naik, Risiko Ikut Meningkat

Pada masa banjir hingga setelah air benar-benar surut, risiko berbagai penyakit seperti diare, penyakit kulit, infeksi saluran pernapasan, hingga demam berdarah cenderung meningkat. Lingkungan yang lembap dan kurang bersih menjadi tempat yang ideal bagi kuman dan nyamuk untuk berkembang biak, sehingga anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan. Di sinilah peran menjaga kebersihan diri dan lingkungan menjadi sangat penting. Dengan kebiasaan hidup bersih dan perhatian terhadap kebersihan sekitar, kita dapat melindungi kesehatan anak serta menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman untuk mereka beraktivitas dan belajar kembali.


Kebiasaan Kecil yang Berdampak Besar

Salah satu langkah paling sederhana namun efektif untuk mencegah penyakit adalah mencuci tangan secara rutin. Pastikan mencuci tangan menggunakan sabun dan air yang mengalir, terutama setelah:

  • Beraktivitas di area yang terdampak banjir.
  • Membersihkan rumah atau lingkungan.
  • Sebelum makan dan setelah dari toilet.

Selain itu, gunakan alas kaki saat beraktivitas di area yang masih basah atau berlumpur untuk menghindari infeksi kulit.


Menjaga Kebersihan Lingkungan

Saat air banjir perlahan surut dan aktivitas belajar mulai bersiap kembali, peran kita sebagai pendidik dan orang tua belum selesai. Lingkungan sekolah dan sekitar tempat tinggal anak perlu dibersihkan dengan penuh perhatian. Sampah yang terbawa banjir harus dibuang pada tempatnya, genangan air dikeringkan, serta saluran air dipastikan kembali berfungsi dengan baik. Lingkungan yang bersih dan sehat sangat penting bagi anak usia dini, karena mereka masih rentan terhadap penyakit. Dengan membersihkan lingkungan pasca banjir secara menyeluruh, kita tidak hanya menciptakan suasana belajar yang nyaman dan aman, tetapi juga melindungi tumbuh kembang anak dari kuman dan nyamuk penyebab penyakit.


Peran Keluarga dan Komunitas

Menjaga kesehatan bukanlah tanggung jawab satu orang saja, melainkan upaya bersama yang melibatkan keluarga, sekolah, dan komunitas. Ketiganya memiliki peran penting untuk saling mengingatkan, bekerja sama, dan menumbuhkan kebiasaan hidup bersih dan sehat dalam keseharian anak. Di rumah, orang tua membiasakan pola hidup sehat; di sekolah, guru menciptakan lingkungan belajar yang aman dan higienis; sementara di komunitas, kebiasaan baik diperkuat melalui kepedulian bersama. Keteladanan orang dewasa - melalui tindakan sederhana seperti menjaga kebersihan, mencuci tangan, dan peduli lingkungan - akan menjadi pelajaran paling bermakna bagi anak-anak, sekaligus fondasi penting bagi tumbuh kembang mereka di masa depan.


Penutup

Kondisi banjir memang membawa tantangan tersendiri, terutama bagi anak-anak dan keluarga. Namun, dengan disiplin menjaga kebersihan serta konsisten menerapkan protokol kesehatan, risiko munculnya penyakit dapat diminimalkan. Langkah-langkah sederhana seperti mencuci tangan dengan air mengalir, membersihkan lingkungan sekitar, dan memastikan area bermain serta belajar tetap higienis merupakan wujud kepedulian terhadap kesehatan diri sendiri dan orang lain. Mari bersama-sama tetap waspada, saling peduli, dan menjaga kesehatan agar anak-anak dapat kembali beraktivitas dan belajar dengan aman serta nyaman.


Ayo Ambil Peran Sekarang

Melindungi kesehatan anak usia dini adalah prioritas utama kita bersama.

✔ Dampingi anak mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara rutin;
✔ Ajarkan kebiasaan hidup bersih melalui contoh sederhana di rumah;
✔ Pastikan area bermain anak bersih dan aman dari sisa lumpur atau genangan air;
✔ Bangun komunikasi positif antara orang tua, pendidik, dan lingkungan sekitar.

Anak yang sehat adalah fondasi tumbuh kembang yang optimal. Peran aktif orang dewasa hari ini akan menentukan kualitas kesehatan anak di masa depan.

Mari bersama menciptakan lingkungan belajar dan bermain yang bersih, aman, dan sehat bagi anak-anak kita.


Holy Yadha.