Tampilkan postingan dengan label Protokol Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Protokol Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 13 Januari 2026

Menjaga Kesehatan Saat Banjir dan Pasca Banjir

Hujan turun sejak pagi. Jalanan mulai tergenang, aktivitas melambat, dan sebagian dari kita harus beradaptasi dengan kondisi yang tidak biasa. Banjir memang sering datang tanpa diundang - membawa air, lumpur, sampah, dan sayangnya juga berbagai risiko kesehatan yang kerap luput dari perhatian.

Di balik genangan air yang terlihat sepele, tersimpan ancaman yang tidak boleh dianggap ringan. Air banjir dapat menjadi media penyebaran kuman dan bakteri penyebab penyakit. Terlebih bagi anak-anak, yang secara alami gemar bermain dan menyentuh lingkungan sekitar, kondisi ini memerlukan kewaspadaan ekstra dari orang dewasa.



Saat Air Naik, Risiko Ikut Meningkat

Pada masa banjir hingga setelah air benar-benar surut, risiko berbagai penyakit seperti diare, penyakit kulit, infeksi saluran pernapasan, hingga demam berdarah cenderung meningkat. Lingkungan yang lembap dan kurang bersih menjadi tempat yang ideal bagi kuman dan nyamuk untuk berkembang biak, sehingga anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan. Di sinilah peran menjaga kebersihan diri dan lingkungan menjadi sangat penting. Dengan kebiasaan hidup bersih dan perhatian terhadap kebersihan sekitar, kita dapat melindungi kesehatan anak serta menciptakan lingkungan yang lebih aman dan nyaman untuk mereka beraktivitas dan belajar kembali.


Kebiasaan Kecil yang Berdampak Besar

Salah satu langkah paling sederhana namun efektif untuk mencegah penyakit adalah mencuci tangan secara rutin. Pastikan mencuci tangan menggunakan sabun dan air yang mengalir, terutama setelah:

  • Beraktivitas di area yang terdampak banjir.
  • Membersihkan rumah atau lingkungan.
  • Sebelum makan dan setelah dari toilet.

Selain itu, gunakan alas kaki saat beraktivitas di area yang masih basah atau berlumpur untuk menghindari infeksi kulit.


Menjaga Kebersihan Lingkungan

Saat air banjir perlahan surut dan aktivitas belajar mulai bersiap kembali, peran kita sebagai pendidik dan orang tua belum selesai. Lingkungan sekolah dan sekitar tempat tinggal anak perlu dibersihkan dengan penuh perhatian. Sampah yang terbawa banjir harus dibuang pada tempatnya, genangan air dikeringkan, serta saluran air dipastikan kembali berfungsi dengan baik. Lingkungan yang bersih dan sehat sangat penting bagi anak usia dini, karena mereka masih rentan terhadap penyakit. Dengan membersihkan lingkungan pasca banjir secara menyeluruh, kita tidak hanya menciptakan suasana belajar yang nyaman dan aman, tetapi juga melindungi tumbuh kembang anak dari kuman dan nyamuk penyebab penyakit.


Peran Keluarga dan Komunitas

Menjaga kesehatan bukanlah tanggung jawab satu orang saja, melainkan upaya bersama yang melibatkan keluarga, sekolah, dan komunitas. Ketiganya memiliki peran penting untuk saling mengingatkan, bekerja sama, dan menumbuhkan kebiasaan hidup bersih dan sehat dalam keseharian anak. Di rumah, orang tua membiasakan pola hidup sehat; di sekolah, guru menciptakan lingkungan belajar yang aman dan higienis; sementara di komunitas, kebiasaan baik diperkuat melalui kepedulian bersama. Keteladanan orang dewasa - melalui tindakan sederhana seperti menjaga kebersihan, mencuci tangan, dan peduli lingkungan - akan menjadi pelajaran paling bermakna bagi anak-anak, sekaligus fondasi penting bagi tumbuh kembang mereka di masa depan.


Penutup

Kondisi banjir memang membawa tantangan tersendiri, terutama bagi anak-anak dan keluarga. Namun, dengan disiplin menjaga kebersihan serta konsisten menerapkan protokol kesehatan, risiko munculnya penyakit dapat diminimalkan. Langkah-langkah sederhana seperti mencuci tangan dengan air mengalir, membersihkan lingkungan sekitar, dan memastikan area bermain serta belajar tetap higienis merupakan wujud kepedulian terhadap kesehatan diri sendiri dan orang lain. Mari bersama-sama tetap waspada, saling peduli, dan menjaga kesehatan agar anak-anak dapat kembali beraktivitas dan belajar dengan aman serta nyaman.


Ayo Ambil Peran Sekarang

Melindungi kesehatan anak usia dini adalah prioritas utama kita bersama.

✔ Dampingi anak mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara rutin;
✔ Ajarkan kebiasaan hidup bersih melalui contoh sederhana di rumah;
✔ Pastikan area bermain anak bersih dan aman dari sisa lumpur atau genangan air;
✔ Bangun komunikasi positif antara orang tua, pendidik, dan lingkungan sekitar.

Anak yang sehat adalah fondasi tumbuh kembang yang optimal. Peran aktif orang dewasa hari ini akan menentukan kualitas kesehatan anak di masa depan.

Mari bersama menciptakan lingkungan belajar dan bermain yang bersih, aman, dan sehat bagi anak-anak kita.


Holy Yadha.

Selasa, 08 April 2025

Mengatasi Penularan Virus di Lingkungan Sekolah PAUD/TK: Pengalaman Berharga Selama 20 Tahun.

Sejak berdiri pada tahun 2005, PAUD/TK HOLY YADHA telah berkomitmen untuk menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan sehat bagi seluruh murid dan tenaga pengajar. Selama lebih dari 20 tahun beroperasi, salah satu tantangan yang terus muncul adalah penularan virus seperti batuk dan flu, yang kerap dibawa oleh murid-murid dan kemudian menyebar ke teman-teman mereka maupun guru di lingkungan sekolah.

Menurut Dr. Sarah White, seorang ahli kesehatan masyarakat dari University of California, anak-anak prasekolah lebih rentan terhadap penularan virus karena sistem imun mereka yang sedang berkembang, serta tingginya interaksi fisik di antara mereka. Dr. White juga menekankan pentingnya edukasi tentang kebiasaan sehat, seperti mencuci tangan dan memakai masker, untuk memutus rantai penyebaran penyakit.

Selain itu, Dr. Heru Widjaja, seorang praktisi kesehatan anak, mengingatkan bahwa ventilasi yang baik di ruang kelas dapat membantu mengurangi konsentrasi virus di udara. "Sekolah perlu mengintegrasikan langkah-langkah pencegahan, seperti memastikan sirkulasi udara yang cukup dan kebiasaan sanitasi yang baik, sebagai bagian dari rutinitas harian," ujarnya.



PAUD/TK HOLY YADHA telah mengambil langkah-langkah konkret untuk mengatasi permasalahan ini, seperti penerapan protokol kesehatan yang ketat, penyediaan fasilitas mencuci tangan di setiap sudut sekolah, dan pemberian edukasi kepada murid tentang pentingnya menjaga kebersihan diri. Kami percaya bahwa kerja sama antara sekolah, orang tua, dan anak-anak menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan bersama.

Dengan pengalaman dan pelajaran selama dua dekade, PAUD/TK HOLY YADHA terus berinovasi untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan sehat bagi generasi masa depan.

Jumat, 10 Juni 2022

PENTINGNYA MENJAGA KEBERSIHAN DENGAN MENCUCI TANGAN DAN KEPATUHAN TERHADAP PROTOKOL KESEHATAN

 PENTINGNYA MENJAGA KEBERSIHAN DENGAN MENCUCI TANGAN DAN KEPATUHAN TERHADAP  PROTOKOL KESEHATAN


Mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun setelah berkegiatan di luar ruangan (outdoor) dan sebelum memulai kegiatan makan bersama merupakan prosedur yang wajib dilakukan dan menjadi standar kepatuhan utama di lingkungan sekolah PAUD/TK Holy Yadha sejak awal berdirinya. 


Mencuci tangan  adalah kegiatan yang mudah dilakuan untuk mencegah penyebaran virus atau bakteri, namun sering disepelekan bahkan diabaikan. Kedua tangan manusia tanpa disadari menjadi menjadi perantara utama penyebaran berbagai bakteri yang masuk ke dalam tubuh. Bisa diakibatkan oleh sentuhan ke area wajah, dan makanan atau minuman yang masuk ke dalam mulut. Namun masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mengetahui manfaat mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun. 



Secara khusus di tengah masa pandemi Covid-19, PAUD/TK Holy Yadha tetap melakukan kepatuhan protokol kesehatan (prokes) dengan menjaga kebersihan tangan peserta didik agar terhindar dari penyebaran virus dan bakteri yang berbahaya dan berdampak pada kesehatan. Agar proses belajar mengajar dapat berjalan optimal dalam membentuk sumber daya manusia yang cerdas, pintar, kuat dan sehat. Ayo patuhi protokol kesehatan. Salam sehat selalu!!!💪😎👍🙏💖